Empati

Biarkan hati merangkul akal untuk sejenak berdiskusi,
Mencoba mendedah hari dan merevisi apa yang telah dilewati,
Tataplah jiwa yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia sang ilahi,
Disaat itulah, ego akan tereduksi dan mulai belajar untuk menjadi peduli.

Ini bukan tentang hati yang di biarkan terus tumbuh untuk menjadi congkak.
Tapi proses dan pembelajaran yang mengajarkan hati untuk bisa mensyukuri nikmat.

Dalam sempit,
Akal akan kembali berfikir,

Atau ketika nyawa telah meregang
Disitulah kita sadar semua ini telah berakhir.

Andi Nurrachman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s