Antara Empati Dan Juga Benci

March 1, 2011 § Leave a comment

Hari ini kami bekerja di awali dengan keceriaan. Temanku entah ada angin apa tiba tiba pagi ini mentraktir kami bertiga dengan kopi starbucks, mungkin ini salah satu cara sogokan dia agar kami tidak terus terusan mengganggunya.

Iya, dia adalah Eddie salah satu tim kami yang setiap hari menjadi bahan objekan untuk bercanda. Dia anak yang polos, lugu, jujur dan perasa, namun dia tidak mudah marah. itu sebabnya hampir setiap hari kita selalu menjadikan dia bahan objekan untuk bercanda.

Temanku ini orang yang unik. Di balik kepolosannya dia orang yang cermat dalam bekerja. Hasil kerjanya pun selalu rapih sehingga membuat kami tak ingin kalah dari kerapihannya.

Hari ini adalah hari Rabu, 2 hari menjelang deadline. Pekerjaan kami sudah hampir selesai, tinggal membuat kesimpulan dan diskusi dengan klien mengenai hasil temuan kami. Hari ini tidak terlalu sibuk sepertì biasanya sehingga kami bersama klien bisa pulang lebih dini.

Sebelum pulang kita makan malan di daerah Cimanggis. Kita makan gado gado di depan PT Yanmar 1 km dari tempat kami bekerja. Sekitar 40 menit kita mengobrol santai, lagi lagi Eddie menjadi bahan objekan becandaan kami. Sepertinya hasil sogokan starbucks tadi pagi tidak ampuh untuk membuat kami berhenti menggodanya.

Setelah hampir 40 menit, kami pun bergegas untuk balik. Tak lama kemudian salah satu temen saya tersentak teriak “ah gila nih mobil gw kenapa?” kami semua langsung menuju kesana dan melihat pecahan beling sudah berserakan dimana mana. Ternyata Eddie kehilangan tas yang berisi laptop, hardisk eksternal dll. 180 derajat Eddie langsung pucat. Kami semua langsung diam 5 detik tanpa ada omongan serasa percaya tidak percaya. Saat itu kami melihat Eddie meneteskan air mata. Kami bertiga sudah bisa membayangkan apa yang ada di pikiran dia. Malam ini seperti pukulan TKO untuk Eddie yang langsung menghantamnya dan membuat dia benar benar down.

Kami semua amat risau dengan data dan property kantor yang hilang. Pastinya akan dimintai keterangan oleh bagian hrd dan partner grup kami. Hari ini kami benar benar tak menyangka bila Eddie harus mengakhiri malamnya dengan kebingungan yang teramat sangat.

Tak ada yang bisa disalahkan. Kejadian ini diluar kendali kami. Saya semakin sadar, kalau semua ini di awali oleh satu alasan yaitu demi BERTAHAN HIDUP orang rela melakukan apa saja sekalipun itu mencuri atau membunuh.

Mencuri tetaplah mencuri, membunuh tetaplah membunuh. Siapa pun itu harus di kenakan sangsi dan ini tak lepas dari faktor efek kesulitan ekonomi. Apalah bangsa kita 2, 5 atau 10 tahun kedepan jika pengangguran semakin meningkat. Yang pasti bangsa yang ramah sudah tidak akan terdengar lagi karena orang orang semakin berkompetisi untuk bisa BERTAHAN HIDUP. Tak beda jauh dengan kehidupan safari.

Ironis

Andi Nurrachman

Fase

March 1, 2011 § Leave a comment

Terlalu dalam untuk di selami, terlalu cepat untuk di sudahi.
Maju pantang mundur selangkah, mengerti bukan karena terpaksa
Siapa anda bukanlah tanya, rebahkan jiwamu untuk terbuka
Tak lama lagi kau pasti mengerti, saat itu jangan lupa untuk berbagi

Andi Nurrachman

Where Am I?

You are currently viewing the archives for March, 2011 at The Rhytm Of Life.