Pertempuran Ideologi


Setelah kemarin rusuh di Ampera sekarang bom meledak di Sumber Artha – Kalimalang. Di duga pria berusia 30 tahun berinisal AH yang mengendari sepeda ontel yang meledakkan bom tersebut. Motifnya belum jelas, namun ada yang menyangkut pautkan dengan jaringan teroris. Apapun itu menurut saya adalah mereka orang orang labil yang mudah sekali untuk di brainwash dan provokasi.

Saya ingin berbagi pengalaman sedikit. Sewaktu saya duduk di bangku menengah atas dan masuk ke perguruan tinggi, jiwa pergerakan saya sedang menggebu gebu. Rasa kritis sedang tumbuh tumbuhnya hingga hal apapun yang baru saya anggap saya perlu tahu. Banyak membaca, diskusi dan mengikuti berbagai organisasi membuat saya kaya akan wawasan dan pemikiran. Dari mulai pergerakan Jihad garis keras sampai ideologi sayap kiri dan pemahaman ahlus sunnah wal jamaah pernah melintas di kepala saya. Dari organisasi yang mencekokan jihad, aksi sampai kepada organisasi yang memelihara sunnah dan memperingatkan bid’ah pernah saya ikuti. Semua tak pernah lepas dari yang namanya doktrin.

Pernah dalam suatu organisasi kampus saya selalu di cekoki video video jihad, buku buku Sayid Quthb, Abdullah Azzam dan tokoh tokoh jihad Afghanistan lainnya. Setiap dauroh saya selalu dilatih fisik, mentor mentornya selalu menyamakan situasi disini dengan daerah daerah konflik di timur tengah, doktrin surga hanya mereka gembar gemborkan dari segi jihad, konsentrasi mereka hanya pada satu titik. dan akhirnya mereka berhasil membangun mimpi di kepala saya untuk syahid di Palestina.

Sejak itu saya menjadi orang yang militan, atribut yang saya gunakan selalu bercorak palestina, jihad, dan lambang organisasi yang saya ikuti. Begitu kuatnya doktrin yang mereka gemborkan hingga salah satu senior saya pernah bertanya kepada saya “Apa yang akan antum pilih, jika disaat bersamaan antum ada jam kuliah dan ada aksi solidaritas untuk palestina?” dengan bodohnya saya jawab dengan semangat “saya akan ikut aksi !”

Tak lama kemudian saya bertemu teman sma dan dia besar dalam ilmu ilmu ahlus sunnah wal jamaah. Ia selalu mengajak saya ke kajian disetiap minggu, karena ingin tahu akhirnya saya sempatkan waktu untuk mencobanya. Minggu demi minggu saya perhatikan ini adalah majelis ilmu yang sangat menjunjung tinggi sumber. Sumber yang tidak jelas akan mereka tolak dan mereka melepas diri dari padanya, Perlahan saya mulai mempercayai apa yang ada didalamnya, saya tertarik dan mulai membaca buku buku sunnah hingga pada suatu saat saya bertemu dengan tema yang membahas tentang Jihad. Apa yang saya dapatkan dari sana adalah jihad harus sesuai dengan rukun.

Semenjak itu saya menjadi orang yang sangat kontra dalam organisasi kampus saya. Saya pikir pergerakan mereka kurang tepat. Dari sana saya selalu menolak ajakan aksi, Saya tidak pernah membenci Jihad tapi apa yang di gembar gemborkan mereka akhirnya membuat teroris teroris kecil bermunculan. Semangat yang tinggi dengan kurangnya ilmu hanya akan membuat pergerakan salah kaprah.

Kadang kita pasti terkepung oleh berbagai pemikiran, di saat itulah di butuhkan kritis yang sesungguhnya. Tidak menerima dan menelan mentah begitu saja, disitu kita harus bisa menghubungkan satu titik dengan titik yang lain hingga menemui korelasi yang jelas hingga apa yang dilakukan tak semata mata di landaskan oleh hawa nafsu.

Setiap kali saya mendengar pelaku bom bunuh diri, saya hanya berkata dalam hati:

Semurah itukah surga dibeli dengan bom
Sedangkal itukah mereka menafsirkan ideologi

Andi Nurrachman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s