Pertempuran Ideologi

September 30, 2010 § Leave a comment


Setelah kemarin rusuh di Ampera sekarang bom meledak di Sumber Artha – Kalimalang. Di duga pria berusia 30 tahun berinisal AH yang mengendari sepeda ontel yang meledakkan bom tersebut. Motifnya belum jelas, namun ada yang menyangkut pautkan dengan jaringan teroris. Apapun itu menurut saya adalah mereka orang orang labil yang mudah sekali untuk di brainwash dan provokasi.

Saya ingin berbagi pengalaman sedikit. Sewaktu saya duduk di bangku menengah atas dan masuk ke perguruan tinggi, jiwa pergerakan saya sedang menggebu gebu. Rasa kritis sedang tumbuh tumbuhnya hingga hal apapun yang baru saya anggap saya perlu tahu. Banyak membaca, diskusi dan mengikuti berbagai organisasi membuat saya kaya akan wawasan dan pemikiran. Dari mulai pergerakan Jihad garis keras sampai ideologi sayap kiri dan pemahaman ahlus sunnah wal jamaah pernah melintas di kepala saya. Dari organisasi yang mencekokan jihad, aksi sampai kepada organisasi yang memelihara sunnah dan memperingatkan bid’ah pernah saya ikuti. Semua tak pernah lepas dari yang namanya doktrin.

Pernah dalam suatu organisasi kampus saya selalu di cekoki video video jihad, buku buku Sayid Quthb, Abdullah Azzam dan tokoh tokoh jihad Afghanistan lainnya. Setiap dauroh saya selalu dilatih fisik, mentor mentornya selalu menyamakan situasi disini dengan daerah daerah konflik di timur tengah, doktrin surga hanya mereka gembar gemborkan dari segi jihad, konsentrasi mereka hanya pada satu titik. dan akhirnya mereka berhasil membangun mimpi di kepala saya untuk syahid di Palestina.

Sejak itu saya menjadi orang yang militan, atribut yang saya gunakan selalu bercorak palestina, jihad, dan lambang organisasi yang saya ikuti. Begitu kuatnya doktrin yang mereka gemborkan hingga salah satu senior saya pernah bertanya kepada saya “Apa yang akan antum pilih, jika disaat bersamaan antum ada jam kuliah dan ada aksi solidaritas untuk palestina?” dengan bodohnya saya jawab dengan semangat “saya akan ikut aksi !”

Tak lama kemudian saya bertemu teman sma dan dia besar dalam ilmu ilmu ahlus sunnah wal jamaah. Ia selalu mengajak saya ke kajian disetiap minggu, karena ingin tahu akhirnya saya sempatkan waktu untuk mencobanya. Minggu demi minggu saya perhatikan ini adalah majelis ilmu yang sangat menjunjung tinggi sumber. Sumber yang tidak jelas akan mereka tolak dan mereka melepas diri dari padanya, Perlahan saya mulai mempercayai apa yang ada didalamnya, saya tertarik dan mulai membaca buku buku sunnah hingga pada suatu saat saya bertemu dengan tema yang membahas tentang Jihad. Apa yang saya dapatkan dari sana adalah jihad harus sesuai dengan rukun.

Semenjak itu saya menjadi orang yang sangat kontra dalam organisasi kampus saya. Saya pikir pergerakan mereka kurang tepat. Dari sana saya selalu menolak ajakan aksi, Saya tidak pernah membenci Jihad tapi apa yang di gembar gemborkan mereka akhirnya membuat teroris teroris kecil bermunculan. Semangat yang tinggi dengan kurangnya ilmu hanya akan membuat pergerakan salah kaprah.

Kadang kita pasti terkepung oleh berbagai pemikiran, di saat itulah di butuhkan kritis yang sesungguhnya. Tidak menerima dan menelan mentah begitu saja, disitu kita harus bisa menghubungkan satu titik dengan titik yang lain hingga menemui korelasi yang jelas hingga apa yang dilakukan tak semata mata di landaskan oleh hawa nafsu.

Setiap kali saya mendengar pelaku bom bunuh diri, saya hanya berkata dalam hati:

Semurah itukah surga dibeli dengan bom
Sedangkal itukah mereka menafsirkan ideologi

Andi Nurrachman

Ampera Berdarah

September 29, 2010 § Leave a comment


Kekerasan adalah apresiasi dari sebuah bentuk kebodohan.
Semakin bayak kekerasan semakin merefleksikan,

betapa masih banyak kebodohan di negara kita.

Ego di bayar ego,
Amarah di bayar amarah
Toleransi tak lagi bersua
Berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Hari ini Ampera menjadi saksi bisu.

Luka menjadi trauma,
Duka menjadi dendam,

Semua berawal dari satu nama yang disebut

K E B O D O H A N

Andi Nurrachman

Renita Martadinata Pic From Tweet

September 28, 2010 § Leave a comment

Nice pic. Model Renita Martadinata.

Pergi Untuk Sampai Ke Tempat Tujuan

September 11, 2010 § 1 Comment

Kita seperti sebuah pesawat terbang
Berpijak dari tempat lepas landas yang sama
Lalu terbang dengan tujuan yang berbeda beda,

Enjoy the flight

Andi Nurrachman

Lupakan Saja Kisah Itu

September 11, 2010 § Leave a comment


Tanggal 3 September 2010 @Mangkuk Putih – FX Sudirman, akhirnya kita bertemu untuk yang kedua kalinya. Awalnya ingin bernostalgia juga dengan salah satu sahabat kami bernama Oki, namun apa daya karena dia masih recovery dari penyembuhannya akhirnya kita hanya bisa bertemu berdua saja.

Hanya saya dan Dama yang setelah sekian lama tidak pernah lagi berjumpa.

Yah, seperti biasa kita mengobrol santai mengenai apa saja yang kita suka dari mulai musik, film, hobi sampai ke asmara. Begitu asiknya kita bercerita sampai sajian makanan pun menjadi dingin karena antusiasme kita berdua.

Ternyata tidak hanya dulu kita punya kesamaan, di tahun ini kita juga mempunyai kesamaan kisah dan itu – kisah asmara. Hahaha, kisah ini memang penuh dengan tanda tanya, namun kini kita berdua telah menemukan jawabannya.

Iya.. yang pasti kisah itu kini telah pergi, seperti asap Malboro yang selalu di buang dari mulut sahabatku. Kurang lebih kudeskripsikan kisah kita seperti ini:

Kuhempaskan semua cerita lama yang pernah ada.
Kubiarkan cerita itu menguap dan pergi dengan sendirinya.

Sekarang aku sudah tidak lagi peduli.
Lalu buat apa masih mengenang keindahannya lagi.

Sudahlah,
Tak perlu kita berharap pada sebuah logika.
Perasaanku pun kini telah mati tanpa ada yang tersisa.

Kau pasti tahu itu dari sikapku bukan ?

Terima kasih Dama atas waktunya. Tak disangka pertemuan kita akan menjadi inspirasiku untuk menulis.

Andi Nurrachman

Dalam Nada Aku Berkarya

September 11, 2010 § Leave a comment


Dalam nada kita bisa berekspresi, berbagi rasa dan juga memainkan emosi. Disinilah kita bebas untuk berapresiasi, dan tak ada yang bisa membatasi jiwa kala hati sudah bergejolak untuk menumpahkan karya.

Bermacam macam instrument menghasilkan suara yang berbeda, namun tempo yang menyatukan semuanya hingga menghasilkan sebuah harmoni yang indah.

Begitulah aku yang selalu duduk merunduk di tengah sepi di depan layar monitor sepanjang hari. Berkhayal layaknya seorang autis yang suka tersenyum lalu mengerutkan dahi tanpa sebab yang pasti.

Tumpahkan, kutumpahkan semua perasaanku yang kudapat diatas pola pattern dan BPM
Menit ke menit, jam ke jam kian berlalu tanpa mengucap selamat tinggal dan aku masih menjadi seorang autis yang asik bermimpi.

Itulah perasaan yang kurasakan setiap kali ku melebur bersama intonasi nada dan irama. Ego ku bermain liar, imajinasiku melayang bebas. Mencari inspirasi untuk menjadikannya sebuah materi.

Inilah cintaku yang kedua setelah dirimu yang menjadikannya sebuah nuansa. Iya, nuansa yang bisa kau nikmati kala hati sedang melamun sepi atau bergembira dibuai pesona.

Dengarkan aku bercerita, dengarkan aku ingin membagi kisah pada indahnya dunia walau tanpa susunan kata, kurasa mereka mampu untuk mencernanya.

Bukalah hatimu untuk setiap karyaku, terimalah setiap ceritaku karena kau telah menjadi bagian di dalamnya.

Andi Nurrachman

1431 H

September 10, 2010 § Leave a comment


Teman,
Di hari ini kita akan berdiri, bertakbir dan bersujud
Maafkanlah semua kesalahan yang ada
Agar sujud di pagi ini bisa menjadi penebus dari segala dosa

Teman,
Aku takut bila ini akan menjadi Ramadhan terakhir untukku,
Maka tolong bukakan pintu maafmu untukku, untuk keluargaku dan semua para sahabatku,

Happy Ied Mubarak 1431 H

Andi Nurrachman

Where Am I?

You are currently viewing the archives for September, 2010 at The Rhytm Of Life.