Terjagalah

July 9, 2010 § 1 Comment

Sebulan yang lalu saya mengikuti pengajian bulanan Telkomsel di gedung tempat saya bekerja – Atrium Mulia. Ustad yang mengisi taklim pada saat itu adalah Dr Toto Tasmara. Tema-nya sendiri saya lupa, namun ada satu pembahasan yang menarik ketika beliau membahas tentang perzinahan.

Beliau menjelaskan, perzinahan dapat menyebabkan 3 hal yaitu

  • Putusnya pintu rizki
  • Dibukanya aib kita
  • Rusaknya harga diri

Saya jadi teringat kembali pesan beliau karena di akhir akhir ini kita menemukan kasus perzinahan yang sedang hangat di masyarakat, dan pesan yang di sampaikan oleh Dr Toto Tasmara terbukti benar. Akibat perzinahan tersebut pintu rezeki si tersangka pun putus, beberapa kontrak di stop, aibnya terbuka, dan jatuhnya harga diri karena menjadi bahan gunjingan sejumlah besar masyarakat kita.

Saya juga pernah mendengar, manusia dapat celaka dari 2 lobang yaitu mulut dan kelamin.

Tanpa maksud menggurui, tulisan ini hanya sebagai refleksi semoga kita tetap terjaga dan di lindungi oleh Allah dari hal hal demikian. Amin

Andi Nurrachman

Demokrasi Dan Sportifitas

July 9, 2010 § Leave a comment

Membaca note salah satu teman saya di FB yang membahas Demokrasi, saya jadi tertarik untuk menulisnya disini. Tapi yang saya tulis disini adalah perspektif dari kaca mata saya sebagai orang awam.

Demokrasi akhir akhir ini sangat di elu-elukan di negeri ini, terlebih lagi pada tahun 2009 yang bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) hampir di setiap media kita selalu di suguhkan kata Demokrasi, kata sakti yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap kehidupan.

Pada dasarnya Demokrasi adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. selain itu demokrasi adalah keputusan yang di ambil berdasarkan suara terbanyak. Istilah demokrasi pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut

  1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  2. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  3. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  4. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.

Pemahaman yang simpel mengenai Demokrasi adalah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Namun ada satu yang ironis ketika kita berbicara Demokrasi, yaitu “Sportifitas”. Kita menganut Demokrasi namun belum bisa menerapkan sportifitas. Pertanyaannya adalah berjalankah demokrasi tanpa sportifitas ?

Sportifitas menurut saya perlu ketika kita ingin mengembangkan demokrasi.

Sportifitas menerima kekalahan dan menghormati yang menang, sportifitas untuk bermain fair play, dan sporifitas akan kepatuhan terhadap tata peraturan dan prosedur yang sudah ada.

Saya melihat di setiap pemilu selalu ada bentrok dan demonstrasi massa yang berujung pada tindak anarkis dan pengrusakan. Sebab yang timbul hampir selalu sama yaitu ketidak puasan akan sistem penghitungan suara dan berprediksi adanya kecurangan. Ini adalah salah satu indikator bahwa kita belum bisa menerima kekalahan.

Lalu sportifitas untuk bermain fair play.

Seperti sebuah pertandingan sepak bola, permainan yang bersih adalah permainan yang disukai oleh penonton. Dalam hal ini masih banyak oknum yang bermain kotor. Contoh saja ketika kita melihat aksi suap para hakim untuk memenangkan pengadilan, aksi suap untuk mempermudah tender, Korupsi kolusi dan nepotismee serta tindak kriminalitas lainnya yang dianggap sah sah saja apakah ini contoh permaianan yang fairplay.

Selain itu kita bisa melihat beberapa calon penguasa, ketika mereka sudah menjabat dengan mudahnya mereka melupakan janji janjinya, apakah mereka sportif dalam menjalankan demokrasii.

Yang terakhir adalah sportifitas akan kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur yang telah di tetapkan. Ini hampir sama dengan contoh diatas hanya saja perbedaannya terletak di sistem.  Di negara kita sistim dibuat hanya untuk dilanggar. Kita bisa ambil contoh distribusi BLT, bantuan sosial, dan yang masih hangat di telinga kita adalah pendistribusian pajak negara yang di salah gunakan. Kita membuat sistim tapi kita juga melanggarnya tanpa rasa bersalah.

Apa dampaknya terhadap demokrasi itu sendiri?

Secara langsung memang tidak terlihat namun dalam jangka panjang ini akan mengancam demokrasi itu sendiri. Kita bisa melihat dari pemilu ke pemilu, berapa banyak angka kenaikan suara yang abstain akibat golput. Alasannya hampir sama yaitu “skeptis”. Skeptis terhadap para calon pemimpin yang dianggap tidak akan membawa perubahan atau akan melakuakan kesalahan yang sama seperti yang dulu yaitu KKN dan menipu rakyat.

Bila ini dibiarkan tanpa ada perubahan, demokrasi di negara kita tidak akan berjalan sehingga akhirnya mematikan demokrasi itu sendiri karena tidak sesuai dengan pengertian semula “dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat”

Buat saya, belajarlah terlebih dahulu mengenai sportifitas lalu kalian bisa menjalankan demokrasi dengan baik. Jangan seperti para supporter bola yang sampai saat ini masih belum mengerti apa yang dinamakan sportifitas.

*) tulisan ini hanyalah bentuk opini, semoga kita bisa menjalankan sportifitas dalam kehidupan sehari hari agar akhirnya dapat tercipta demokrasi yang baik.

Andi Nurrachman

Kedewasaan Dan Perubahan Diri

July 8, 2010 § Leave a comment

Kedewassan bukan di lihat dari panjang pendeknya umur seseorang, akan tetapi dari perbuatan dan ucapan yang bernilai kebaikan.

Andi Nurrachman

Harapan Kalian Semangat Untuk Saya

July 8, 2010 § Leave a comment

Hari ini adalah hari ulang tahun saya.

Banyak harapan dan ucapan yang saya terima di hari ini. Kesimpulannya hampir sama yaitu menjadi pribadi yang lebih baik, sehat dan panjang umur.

Terima kasih untuk semua teman-temanku. Harapan kalian adalah semangat perubahan untuk saya terlebih lagi untuk ibu saya yang sangat saya cintai.

Beliau hanya berpesan pendek

“jangan lupa solat dan jadi anak yang soleh”

Pesan yang singkat namun akan selalu saya ingat di setiap langkah kaki saya.

Terima kasih untuk semuanya

Andi Nurrachman

Simak Dialog

July 5, 2010 § Leave a comment

Simak Dialog,

Akhir akhir ini saya sering mendengarkan musik musik bernuansa ethnic, salah satunya adalah Simak Dialog. Grup yang beranggotakan Tohpati Ario Hutomo pada gitar, Adhitya Pratama pada bass, Endang Ramdan dan Erlan Suwardana pada kendang, Cucu Kurnia (metal toys), dan Riza Arshad pada keyboard bisa menjadi resensi untuk para pecinta jazz ethnic.

Yang saya suka dari simakDialog adalah ketika saya mendengarkan lagu mereka, saya seperti merasakan musik ini berbicara kepada saya apalagi dengan lagu yang berjudul Kata Hati.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for July, 2010 at The Rhytm Of Life.