Tersenyumlah Di Atas Hati Yang Di Dustakan

Hal yang paling bodoh adalah ketika saya melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak saya sukai, saya merasa terperangkap ke dalam sebuah rutinitas kosong, termakan oleh sebuah paradigma kesuksesan yang kata sebagian orang hanya datang dari jas dan kemeja bedasi. Saya merasa seperti robot yang di setup harus selalu tunduk pada perintah dan tidak boleh mengeluh. Melewati hari hari yang penuh kemonotonan, membohongi diri dan menganaktirikan bakat demi mengejar status kemapanan. Saya tidak merasa menjadi diri saya seutuhnya. Saya berada pada titik dilematis, antara kebahagiaan orang tua dan hati yang selalu menjerit. Oh tuhan, kapan saya bisa terjun pada dunia yang benar benar saya cintai. Apa mungkin saya menjadi korban dari paradigma sukses yang hanya timbul dari jas dan kemeja berdasi, yang telah mengakar disetiap keyakinan mayoritas bangsa kita, entahlah….

Andi Nurrachman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s