Selamat Datang Di Arena Perang

Ini adalah sebuah opini dengan gaya penulisan metafor, tanpa ada maksud untuk melempar kontroversi, saya menulis opini ini hanya untuk menjadi bahan renungan

Hidup ini keras kata sebagian orang. Butuh keberanian untuk menghadapinya. Kalau kata temanku hidup ini tak mengenal siaran tunda, kita berpacu bersama waktu dan kita terus dikejar oleh sebuah perubahan. Masihkah ada kompromi untuk menawar nawar lalu mengemis kasih untuk mendapat lebih. Tidak…!! Bagiku menunggu dan bergantung adalah bom waktu, usaha tetap menjadi nomer satu.

Secara implisit memang terlihat ego, namun hidup ini memang seperti itu karena sekarang kita sedang berada di arena perang tanpa senjata fisik. Maka optimalkan setiap organ tubuhmu sebagai senjata agar kau mampu bertahan di arena perang tanpa senjata.

Gunakan pikiranmu, tanganmu, kata katamu, pendengaranmu, staminamu, dan kreatifitas lain sebagai potensi yang ada pada dirimu karena itu adalah senjata pada dirimu. Jangan menjadi orang yang putus asa, seperti mereka yang menjadikan alat kelamin sebagai senjata utama dan menjajakannya untuk bertahan hidup diarena perang ini. Masih ada senjata lain yang bisa kalian optimalkan untuk dapat membuatmu bertahan lebih terhormat

Andi Nurrachman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s