Aku Suka Padamu

Berdebar detak jantungku tak beraturan,
kata kataku sepintas terhentak beku,
suasanapun mulai berubah menjadi dingin,

kini hanya ada aku, kamu dan temanku yang kuumpan sebagai pembuka,
tapi dia hanya sebagai figuran,
tetap aku dan kamu sebagai tokoh utamanya.

Pelan pelan bahasa hati ini mulai bergemuruh,
tatapan mata diantara kita mulai berbicara,
menterjemahkan arti dari setiap tingkah laku yang mulai kaku,
oh Tuhan, mengapa aku malah membisu,
serasa diri ini terpatri tuk tersenyum malu,

kali ini aku benar benar terlihat bodoh,
bak anak desa yang baru pertama kali melihat gedung pencakar langit,
aku tak bisa membedakan apa ini bodoh atau bahagia yang luar biasa,

temanku tak sabar dan sudah mulai melirikan mata,
tanda isyarat untuk memulai perjuangan hati yang telah hampa,
hati yang telah lama sepi dan lama menunggu untuk kau sapa,

aku serasa berada di nirwana,
dan kau adalah bidadari yang tersenyum manja.

Aku rasakan keteduhan diraut wajahmu,
aku rasakan kesejukan di setiap katamu,
aku benar benar terbuai,
ini bukan fantasi tapi kau memang benar benar memiliki,

apa yang kusuka darimu adalah keserdehanaan yang melahirkan kharisma,
dan kesholehan yang melahirkan pesona,

akan kunyatakan,
perkara iya atau tidak urusan belakangan,
yang pasti, aku ingin berteduh dibalik kelebatan jilbabmu.

Andi Nurrachman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s