Kota Tua Yang Terzalimi

April 20, 2010 § Leave a comment

Senja itu berlalu,
burung burung malampun mulai berkicau riuh,
sunyi menyisir kesetiap sudut,
terasa hening persis kota tua yang sudah mati.

kumandang azan perlahan mulai terdengar sayup,
seakan kalah tertutupi saut menyaut rintih para korban yang tak kuasa menahan perih.
Kini tak ada lagi tawa,
kini tak ada lagi gembira bocah bocah yang berlari liar,
kini hanyalah kesunyian yang menyelimuti.
dan keheningan malam yang mencekam di setiap detik waktu

gemuruh angin kian berdesir,
sirine sirine ambulan dan gonggongan anjing semakin menambah ambience misteri kota tua yang hampir mati,
sebentar sebentar gemuruh heli terbang membawa teror, seakan mengintai dan siap memusnahkan warga yang sudah tak berdaya.
entah apa yang mereka intai
kini aku hanya bisa berserah

raut wajah bocah bocah kembali mengkerut takut,
para ibu ibu memeluk erat dan sesekali berkata kepada anaknya
“jangan takut sayang Allah bersama kita”,
lalu merekapun berusaha tetap tenang,
tapi entah mengapa jantung ini terus berdetak semakin cepat,

tak ada lagi ketenangan
kini hanyalah teror, dan suasana kematian yang meyelimuti

Mata ini sudah terlalu lelah meneteskan air mata,
telinga ini sudah terlalu lelah mendengar isak rintih dan tangis korban yang tak berdaya,
hati ini sudah terlalu lelah tersakiti,
terzalimi oleh negara yang tak mempunyai hati dan juga nurani.

di tengah reruntuhan rumah dan bangunan yang hampir rata,
selantun asa mulai terpintai,

sesekali bertanya.

dimanakah saudara kita ?

Dimana mereka ?

Apa mereka sudah lupa pada kita ?

Sambil berlinang airmata dan hati yang pasrah merekapun berdoa

“ya Allah kami yakin engkau tak tidur,

kami yakin engkau selalu bersama kita,

tolong beri kami kekuatan,

berilah kami kemenangan,

kami yakin yang haq itu akan menang dan yang bathil itu akan hancur,

tolonglah kami ya Allah ”

lirih merintih membawa suasana semakin haru.

Inilah kota yang telah lama terzalimi

Andi Nurrachman

Orasi Di Atas Pena

April 20, 2010 § 3 Comments

Inilah kebiadan yang sesungguhnya,
dan inilah teror dari segala teror yang sesungguhnya,
ya… Kini kalian bisa melihatnya…
Lihat seberapa biadabnya mereka…

Puluhan warga bahkan ratusan anak kecil,
ibu ibu dan warga yang tak berdosa kini menjadi korban…
mereka meninggal setiap harinya…
Menderita… Tersiksa… Lihat wajah wajah pucat yang trauma…

Lihat berapa banyak harta dan rumah yang rata tak tesisa…
Hancur bersama puing puing yang menjadi saksi bisu kebiadaban mereka…

Apa salah mereka…

Apa yang diinginkan biadab biadab itu…

Apa…

Tapi mana…

Mana yang mengatakan mereka teroris…

Tidak ada…

Tidak ada satupun dari media yang menyatakan mereka teroris…

Lihat…

Kalian bisa melihatnya…

Kalian bisa merasakannya…

Inilah fitnah dari segala fitnah dan tipu daya…

Jika dunia tidak ada yg berani megatakanya…

MAKA AKU..

Aku yang akan mengatakanya pada dunia…

Aku yang akan berteriak lantang dan menantang…

Aku yang akan mencap mereka sebagai teroris…

Ya…

Aku…

ALLAHUAKBAR…!!!

Andi Nurrachman

Where Am I?

You are currently viewing the archives for April, 2010 at The Rhytm Of Life.