Pilihan Dan Konsekuensi

February 20, 2010 § Leave a comment

setiap kali saya mendengarkan lagu alicia keys yang berjudul Unthinable (Im Ready)

saya merasa seperti berada dalam dua posisi dan merasa seperti dikejar kejar oleh waktu

entah kenapa saya menulis tulisan inipun dengan cepat, 2-3 kali lagu ini saya repeat kembali tulisan inipun selesai.

dan ini adalah tulisannya

—————————————————————————————————————————

ini adalah sebuah pilihan, dimana akan terdapat sebuah konsekuensi di dalamnya.

ketika sebuah pilihan itu diambil, maka kita sudah harus berada dalam posisi siap.

salah memilih bisa berakibat fatal, atau paling tidak butuh waktu untuk memperbaikinya.

maka jangan pernah kalian bermain main dengan sebuah pilihan,

terlebih lagi dalam hal yang menentukkan hidup.

apa yang telah kita bangun dan apa yang telah kita pelihara,

mungkin akan hancur dalam beberapa menit ketika pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang salah

dan sebaliknya

apa yang telah kita bangun dan apa yang telah kita pelihara,

mungkin akan semakin berkembang ketika pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang tepat.

kita adalah manusia yang bertanggung jawab atas setiap pilihan tersebut.

pilihan itu bukanlah sebuah mainan akan tetapi konsekuensi yang harus kita jalankan

jadi pilihlah ketika kalian sudah merasa siap dan yakin dengan pilihan tersebut.

Andi Nurrachman

25.02.10 – 14.30

February 20, 2010 § Leave a comment

Waktu itu terasa amatlah cepat. Tak ada yang tahu, kini kita telah berpisah, untuk selamanya, bukan lagi sementara. Aku merasa sepi. Aku merasa sendiri, Aku merasa hari ini adalah hari yang amat sangat kubenci. Entah keramaian seperti apapun untukku saat ini adalah hampa, dan kosong. Aku masih mengenang saat saat bersamanya, aku masih ingat canda, senyum dan tawanya. Namun sekarang, kenangan itu hanya akan menjadi bingkai, bingkai yang terpajang di hati yang sedang sepi. Ingin sekali aku berteriak, jangan pernah lahirkan aku apabila aku tahu kau akan meninggalkanku, aku tak mau melihatmu melambai pergi, tidak untuk sementara, apalagi untuk selamanya. Hari ini aku merasa rapuh, Emosikupun benar benar tak terkendali, Tatapanku kosong, aku merasa tidak percaya. Orang orang datang kemudian pergi, Sekedar menguatkan hati tuk sedikit mengobati, Namun aku tersadar, Cepat ataupun lambat, ini semua pasti akan terjadi. Ya Allah, kini aku hanya bisa berdoa, Bukakan pintu surga untuknya, Kini ia telah menghadapMu, menjadi tamu untukMu, Terimalah ia ya Allah, Dari lubuk hati yang terdalam aku melepas, Aku ikhlas, Sampaikan salamku padanya ya Allah. Amin *) tulisan ini terinspirasi dari salah satu sahabtku yang sedang berduka, Ika Primadita, saya menulis ini dari apa yang saya rasakan apabila saya menjadi dia. Tulisan ini saya tulis semata mata bukan untuk mengenang kesedihan yang berlarut larut, melainkan hanya sebuah inspirasi. Terakhir, semoga keluarga yng ditinggalkan di beri kekuatan dan kesabaran. Amin

Andi Nurrachman

Where Am I?

You are currently viewing the archives for February, 2010 at The Rhytm Of Life.