25.02.10 – 14:30

Waktu berlalu begitu cepat.
Tak ada yang tahu,
kini kita telah berpisah.
Untuk selamanya,
bukan lagi sementara.

Aku merasa sepi.
Aku merasa sendiri.
Aku merasa hari ini adalah hari yang amat sangat kubenci.
Entah keramaian seperti apapun untukku saat ini,
adalah hampa dan kosong.

Aku masih mengenang saat bersamanya.
Aku masih ingat canda, senyum dan tawanya.
Namun, sekarang kenangan itu hanya akan menjadi bingkai yang terpajang di hati yang sedang sepi.

Ingin sekali ku berteriak.
Jangan pernah lahirkan aku apabila ku tahu kau akan meninggalkanku!
Aku tak mau melihatmu melambai pergi,
tidak untuk sementara, apalagi untuk selamanya.

Hari ini aku merasa rapuh.
Emosiku pun benar benar tak terkendali.
Tatapanku kosong, aku merasa tidak percaya.

Teman datang kemudian pergi.
Menguatkan hati yang resah dan sedikit terobati.
Namun aku tersadar,
Cepat ataupun lambat,
ini semua pasti akan terjadi.

Ya Allah,
Kini aku hanya bisa berdoa,
Bukakan pintu surga-Mu untuknya.
Kini ia telah menghadap-Mu,
Menjadi tamu untuk-Mu,
dan kembali selamanya kepada-Mu.

Terimalah ia ya Allah.
Dari lubuk hati yang terdalam aku melepas.
Aku ikhlas,
Sampaikan salamku padanya ya Allah.

*) Tulisan ini terinspirasi dari salah satu sahabat yang sedang berduka. Saya menulis atas dasar empati. Semoga keluarga yang ditinggalkan di beri kekuatan dan kesabaran.

Amin

Andi Nurrachman