Teman Dan Kesendirian

July 20, 2009 § 2 Comments

Sebelumnya saya mohon maaf jika notes ini seakan akan seperti bahan curhatan saya.
———————————————-
Mungkin ada yang mengatakan jika orang orang yang lebih suka menyendiriadalah orang orang yang sombong, antisosial, tidak supel, tidak bisaberteman, kurang pergaulan atau apalah yang pasti kurang lebih mengarahkepada konotasi negatif.

Jujur, saya termasuk orang yang seperti itu, saya lebih menyukaiprivasi dan tidak terlalu suka dengan keramaian. Terasa aneh memang,tapi saya merasa lebih nyaman dengan hal itu dibanding harus menjadiorang yang sok asik ditengah pergaulan.

Teman saya pun bisa dihitung dengan jari. Dari sma, saya lebih sukaberteman dengan sedikit orang. Saya lebih suka berbagi ide, berbagipengalaman, diskusi, dan membicarakan topik yang lagi up to datedibanding melucu dengan menggunakan kekurangan orang lain atau ngobrol ngobrol yang entah gak ada manfaatnya.

Karena hal itu saya di cap sebagai orang yang kaku dan sok tua,individualis and whatever that you say saya tidak peduli dan efeknya hanya sedikit yang mau berteman dengan saya.

Kebiasaan saya serba sendiri semenjak sma membuat saya menjadi orangyang bebas, saya tidak terikat dengan sebuah kelompok dan bebas darisebuah ikatan apapun.

Ada yang bahaya dari sebuah pertemanan adalah ketika kita mulai terbawa arus negatif dan kita tidak memiliki antisipasi akan hal itu. Sayasering melihat orang yang rela merusak dirinya hanya karena sebuah katagengsi atau takut di cap sebagai orang yang kuper.

kata “tidak” sepertinya tidak ada di dalam kamus mereka. Usia muda pun selalu menjadi alat justifikasi ketika berargumentasi. so itu sah sahsaja dan tidak ada yang melarang karena kalian lebih mengetahui apayang kalian perbuat.

Terlintas saya pernah berpikir mungkin sebagian orang orang yangseperti ini justru orang orang yang belum tentu percaya diri ketika sendiri atau mungkin bisa dikatakan juga sebagai orang yang labil dankurang berpendirian

Seperti yang kita ketahui dalam sebuah kelompok pasti akan ada energiyang kuat dan energi yang lemah. Yang kuat akan lebih mendominasi danyang lemah biasanya akan terbawa ataupun terpental secara perlahan.

Tak ada yang bisa membuat keputusan selain diri kita sendiri dan batasan hanya ada di dalam kendali kita.

Saya pun sekarang bisa melihat, mana yang benar benar teman saya danmana yang akan mengganjal jalan saya. Saya memiliki prinsip bahwa kualitas itu lebih prioritas dibanding kuantitas dan teman buat sayaseperti organ tubuh tidak perlu banyak yang penting bisa saling memberimanfaat.

Terlihat egois memang

Well, kesimpulannya… Kalian akan tahu dimana diri kalian ketikakalian menjadi diri kalian sendiri dan tidak berpura pura dengan halitu. Entah kesendirian ataupun berkumpul bersama mungkin akan terasa tidak sama ketika diri kalian tidak ada disitu

Andi Nurrachman

Where Am I?

You are currently viewing the archives for July, 2009 at The Rhytm Of Life.